Jumat, 14 Januari 2011

Pariwisata Boyolali

Kabupaten Boyolali
Menyimpan berbagai macam potensi yang siap dikembangkan salah satunya adalah potensi pariwisata.
Kota Boyolali terletak atau 27 km sebelah barat Kota Surakarta 110°22’-110°50’ BT, dan 7°36’-7°71’ LS
Batas wilayah :
Utara Kab.Grobogan dan Semarang, sebelah timur Kab. Karanganyar, Sragen, dan Sukoharjo, sebelah selatan Kab. Klaten, dan DIY , sebelah barat Kab. Magelang, dan Kab. Semarang
Administratif, terdiri dari 19 kecamatan dan 263 desa dan 4 kelurahan, penggunaan lahan, seluas 101.510,1 Ha, 79.548,7 Ha merupakan tanah keringKabupaten Boyolali
Menyimpan berbagai macam potensi yang siap dikembangkan salah satunya adalah potensi pariwisata.
Kota Boyolali terletak atau 27 km sebelah barat Kota Surakarta 110°22’-110°50’ BT, dan 7°36’-7°71’ LS
Batas wilayah :
Utara Kab.Grobogan dan Semarang, sebelah timur Kab. Karanganyar, Sragen, dan Sukoharjo, sebelah selatan Kab. Klaten, dan DIY , sebelah barat Kab. Magelang, dan Kab. Semarang.
Administratif, terdiri dari 19 kecamatan dan 263 desa dan 4 kelurahan, penggunaan lahan, seluas 101.510,1 Ha, 79.548,7 Ha merupakan tanah kering
Pariwisata Boyolali dibagi menjadi ke dalam 3 (tiga) wisata yaitu : wisata alam pegunungan, wisata tirta dan wisata ziarah. Wisata alam pegunungan di Kabupaten Boyolali menyajikan indahnya panorama Gunung Merapi sebagai gunung teraktif di dunia yang menyimpan segudang misteri yang menjadikan daya tarik tersendiri.
Boyolali adalah salah satu DTW (Daerah Tujuan Wisata) di Jawa Tengah terletak di lereng gunung Merapi dan Merbabu sehingga memiliki pemandangan alam yang eksotis. Kabupaten Boyolali juga memiliki Bandara Internasional yaitu Bandara Adi Sumarmo yang berjarak 25 km dari Kota Budaya Surakarta (Solo) yang merupakan koridor jalur wisata Solo - Selo - Borobudur (SSB). Boyolali terkenal dengan susu sapinya serta memiliki motto "BOYOLALI TERSENYUM" (Tertib, Elok, Rapi, Sehdimaat, Nyaman untuk Masyarakat).
SELO

Selo merupakan sebuah wilayah kecamatan dimana terletak Gunung Merapi  dan Merbabu.
Kawasan ini menjadi lahan pertanian yang subur bagi sayur mayur dan telah dikembangkan menjadi sebuah desa wisata di wilayah Desa Samiran dan Desa Lencoh.
Apabila kita datang berkunjung menikmati jadah bakar - tempe bacem srundeng sambil memandang alam nan elok akan menjadi salah satu kenikmatan tersendiri ditambah dengan sapa ramah penduduk.
Gunung Merapi dan Merbabu merupakan obyek pendakian yang sudah tidak asing lagi bagi telinga. para peminat hoby yang satu ini.
Para pendaki kini dapat menikmati penginapan  dengan fasilitas air panas dan berolah raga tenis di alam yang asri 
Route pendakian yang menantang membuatnya semakin diminati. Pendakian melalui Selo memakan waktu rata-rata 5 jam hingga ke puncak.

Merapi adalah nama sebuah gunung berapi di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang masih sangat aktif hingga saat ini. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah menunjukkan keaktifannya dengan mengeluarkan letusan sebanyak 68 kali. Letaknya cukup dekat dengan Yogyakarta dan masih terdapat desa-desa di lerengnya sampai ketinggian 1700 m. Bagi masyarakat di tempat tersebut, Merapi membawa berkah material pasir, sedangkan bagi Pemerintah Kabupaten Boyolali, Gunung Merapi merupakan sebuah obyek dan daya tarik bagi para wisatawan, yang salah satu diantaranya dikemas menjadi sebuah Upacara Tradisional Sedekah Gunung Merapi.
Kini Merapi ditetapkan masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.

Di Kecamatan Selo banyak terdapat kesenian tradisional yang berupa tari-tarian rakyat antara lain yang terkenal yaitu :
Tari Turonggo Seto
Tari Prajuritan
Tari Topeng Ireng,
dan masih banyak lagi.
Berikut ini beberapa gambar tentang Selo

LANDSCAPE SAMIRAN













LANDSCAPE GOA RAJA













Unit Pemantauan Gunung Api (UGA I) Selo
 











MAKAM KI HAJAR SALOKA (Pendiri Selo)













NEW SELO (Gardu Pandang)














JOGLO I SELO
(TIC-Tourist Information Centre, Showroom, Home Theatre, Taman Bermain, Gedung Pentas Kesenian)
Diadakan pentas kesenian tari rakyat setiap 2 bulan sekali.
PENGGING

Umbul pengging terletak 15 km sebelah timur Kota Boyolali.
Kawasan ini bersejarah bagi  Kabupaten Boyolali dan memiliki hubungan erat dengan Kerajaan Surakarta Hadiningrat.
Menawarkan pemandangan yang indah dan pemandian (umbul) alami serta suasana khas tempo dulu oleh sebab tempat ini dipakai oleh raja-raja Kerajaan Surakarta serta kerabatnya pada saat itu untuk beristirahat.
Pada Tahun 2007 Kawasan Umbul Pengging ini mengalami revitalisasi sehingga semakin menambah daya tarik wisata bagi obyek ini.
Terdapat tiga kolam pemandian utama yaitu :
Umbul Ngabean
Umbul Temanten
Umbul Duda

Gapura masuk  OW. Pengging - Utara
400 meter ke arah utara kawasan ini dapat kita jumpai bangunan gedung yang bernama Kapujanggan, gedung ini berfungsi untuk pementasan kesenian rakyat seperti karawitan, kethoprak, wayang kulit, tari-tarian tradisional, sebagai museum naskah kuno dan benda-benda pusaka.
Disekitar kawasan ini mulai tumbuh dan berkembang daya tarik wisata baru yang dikelola oleh pihak swasta antara lain Umbul Sewu, Kolam pemancingan dan rumah makan WIN-WIN.
Berjalan ke arah utara sekitar 50 meter dari Gedung Kapujanggan kita akan menjumpai sebuah masjid kuno yang bernama Masjid Cipto Mulyo, masjid ini berarsitektur joglo (rumah adat Jawa Tengah) memiliki bedug dan jam bandul yang berusia ratusan tahun.
Masjid ini erat kaitannya dengan sebuah makam di sebelah barat masjid ini yaitu tokoh Pujangga
Keraton Surakarta R.Ng.Yosodipuro.
 Pemandian













WADUK GEDUNG OMBO
Waduk Kedung Ombo adalah salah satu paket wisata Daerah Aliran Sungai dan pariwisata di Jawa Tengah. Obyek wisata di kawasan Waduk Kedung Ombo yaitu di sekitar Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu.
Berikut ini gambar dari waduk Gedung Ombo :
Waduk Kedung Ombo merupakan bendungan raksasa seluas 6.576 hektar yang areanya mencakup sebagian wilayah di tiga Kabupaten, yaitu; Sragen, Boyolali, dan Grobogan. Waduk yang membendung lima sungai itu terdiri dari wilayah perairan seluas 2.830 hektar dan 3.746 hektar lahan yang tidak tergenang air.
Lokasi obyek wisata Waduk Kedung Ombo yang menjadi andalan Sragen terletak di Kecamatan Sumberlawang, sekitar 30 km dari pusat kota.













Waduk Cengklik

Waduk yang dibangun pada Pemerintahan Belanda dengan luas genangan 300 ha, terletak di Desa Margorejo Kecamatan Ngemplak.
Letaknya sangat strategis karena dekat dengan Bandara Internasional Adi Sumarmo.

1 komentar:

santoso khasan mengatakan...

makaciiih,...Wilayahku sudah ditulis,..

Poskan Komentar